ini merupakan pengalam pribadi yang mungkin sedikit berguna bagi anda. tanggal 19 April 2015 saya membuka akun fb saya, terus saya coba untuk meriview kembali, apa yang telah saya upload dan saya posting di situ. saya telaah tiap bulan nya, sampai dua tahun terakhir.
Apa yang saya temukan ?, surprisee, sangat menakjubkan, dapat saya simpulkan bahawa dua tahun belakangan saya adalh orang yang penuh dengan kekecewaan dan emosional, kenapa ? karena 75 % dari postingan saya itu berisi kekecewaan, emosi berlebihan, saya pun sampai malu membacanya, saya berpikir ini aneh, tapi faktanya begitu. berarti secara tidak langsung orang lain juga menilai saya seperti itu.
Ini jadi pelajaran berharga buat saya secara pribadi, apa yang kita posting, akan menggabarkan siapa kita, walaupun pada realitanya tidak seperti itu. Kecendrungan para netizen memosting sesuatu lebih banyak dia akibat kan oleh emosi nya pada waktu itu. kecewa, sedih dan emosi akan menggambarkan bahwa anda orang yang labil dan kurang mendapat perhatian.
Setelah itu saya hapus postingan-postingan itu, karena itu tak mengambarkan siapa saya sebenarnya.
saran saya adalah mari meriview kembali, status, postingan dan twitan dan berbagai postingan anda di media sosial lain nya, bayangkan, jika postingan itu dibaca oleh guru-guru anda,mungkin orang yang mengagumi anda, pasti mereka akan salah menilai, ngak enak kan dibilang orang yang emosian, labil, penggalau dan suka pamer.
Pelajaran nya adalah jagan terlalu banyak memosting kekecewaan dan emosi berlebihan.
mudah-mudahan bermanfaat maaf tulisan nya agak belepotan
0 komentar:
Posting Komentar